Tips Menjahit Celana Jeans Dengan Mudah dan Benar

Berikut ini rangkuman dari pengalaman dan proses belajar menjahit celana jeans. Bila ada pertanyaan, silakan saja. Nanti kami akan coba bantu dari sumber-sumber yang ada.
Yang pertama-tama perlu dibahas adalah beragam jenis kain denimKain denim itu ada yang tebal dan ada yang tipis. Untuk tahu apakah ketebalan bahan sesuai dengan kebutuhan kita, sementara kita membelinya secara jarak jauh atau online, tanyalah bobot si kain (gram/meter2 atau ounce/square yard).
Traditionally, 12 – 16 oz. is used for denim jeans, and those weights can be divided in three categories:
  • Lightweight: 12 oz. or under
  • Mid-weight: 12 – 16 oz.
  • Heavyweight: anything above 16 oz.
Denim yang lightweight tentunya ringan dan cocok untuk cuaca panas. Model boyfriendjeans bisa menggunakan denim ringan ini. Dan satu lagi keuntungannya adalah: menjahitnya relatif lebih mudah karena ya itu tadi, tidak tebal. Jadi kalau mau memulai membuat celana jeans, pertimbangkan untuk menggunakan jenis denim yang light dulu.
Selain itu, kain denim juga ada yang stretch. Untuk beberapa model celana, misalnya skinny, denim jenis stretch tentunya lebih cocok.
Jangan lupa untuk mencuci kain denim yang akan dijahit. Beberapa denim akan melunturkan warnanya pada saat pencucian dan bahkan ada beberapa kasus dimana warna biru si denim melekat di jari-jari kita saat kita menjahitnya.
Yang juga perlu diperhatikan adalah pola yang akan digunakan. Make sure bahwa polanya sudah fit di badan kita. Cara untuk fitting bisa dilihat di Closet Case Patterns.
Ok, sekarang kita ke tips terkait penjahitannya.

Jika anda membutuhkan Resleting ykk untuk produksi pakaian, Celana maupun Tas, anda bisa menghubungi kami untuk informasi pemesanan resleting original ykk, harga yang kami tawarkan sangat kompetitif cenderung lebih murah di banding penjual resleting jenis lain.

PT. Dwicahaya Sangkala Sentosa
Jalan Asia Afrika No. 3 Kota Bandung
Email : PT.Dwicahaya@gmail.com – Marketing : 1solihin.dss@gmail.com
HP : 0859 7495 5311 // Whatsapp : 0859 7495 5311
Phone : +62 22 4209075 – 76
Fax : +62 22 4203931

Untuk Jenis Resleting Zipper YKK Silakan Buka Klik Link katalog Berikut ini:

Katalog Resleting YKK : Metal Zipper / Resleting Besi
Katalog Resleting YKK : Invisible Zipper / Resleting Jepang
Katalog Resleting YKK : Vislon Zipper / Resleting Plastik
Katalog Resleting YKK : Coil Zipper / Resleting Gulung

  1. Pertama-tama, siapkan semua material yang akan dibutuhkan untuk menjahit celana jeans. Jarum jahit! Sebaiknya gunakan jarum jahit khusus untuk bahan denim /jeans. Dan pilih ukuran yang sesuai dengan ketebalan kain denim kita. Bila tidak ada jarum khusus denim, kita bisa menggunakan jarum universal ukuran 90 atau 100 (sekali lagi, tergantung ketebalan kain). Jarum topstitching akan diperlukan juga tapi kalau tidak ada, ya jarum universal saja.
  2. Benang! Ingat bahwa jenis benang jahit yang digunakan sebaiknya yang kuat, misalnya Guterman Extra Strong atau Gutermann Spesial Jeans. Tapi beberapa orang ada juga yang menggunakan benang jahit all-purpose (biasanya polyester). Dan untuk benang jahit ini gunakanlah warna yang senada dengan warna kain denim. Dan ingat juga bahwa topstitching celana jeans umumnya menggunakan benang yang warnanya berbeda dengan benang jahit. Tapi bisa juga sama kok, tergantung selera saja. Untuk awal-awal, sebaiknya gunakan benang berwarna sama dengan warna kain denim supaya tidak kentara kalau ada yang tidak rapi.
  3. Benang topstitching ada yang khusus dengan ketebalan di atas benang jahit biasa. Tapi bila kita tidak memilikinya, gunakan saja benang jahit yang ada. Di kemudian hari, bila ternyata kita suka sekali dengan pembuatan jeans, bolehlah investasi beli benang topstitching. Sekalian yang meternya besar yaa… Misalnya 500 meter. Benang topstitching Gutermann kalau tak salah hanya 50 atau 100 meter deh…
  4. Ada cara lain untuk alternatif topstitching tanpa benang khusus. Menurut kelas jean dari Kenneth King di Craftsy, kita bisa juga menggunakan dua benang jahit biasa dimana keduanya ditujukan ke satu jarum yang sama. Jadi seperti menjahit dengan double benang. Sejauh ini kami belum mencoba namun tampaknya beberapa orang di luar sana sudah menjajalnya dan suka.
  5. Ingat, kalau kita menggunakan benang topstitching, benang di bawah (bobin bawah) tetap benang biasa. Karena sering kejadian kalau bobin bawah menggunakan benang topstitching juga maka hasil jahitannya tidak rapi (bawah).
  6. Apapun pilihan benang, tips paling utama adalah: trial dulu termasuk cek tension atas apakah sudah pas.
  7. Nah, kalau kita menggunakan dua macam benang yang berbeda (benang jahit dan benang topstitching), berarti kita harus mengganti benang atas berulang kali. Siapkan mental untuk itu ya. Cara yang lebih praktis dan hemat waktu adalah menggunakan dua mesin jahit (kalau ada). Jadi satu mesin untuk menjahit potongan jeans dan yang satu lagi untuk topstitching.
  8. Jarak jahitan pada umumnya untuk celana panjang adalah 3 (kalau menurut satu kelas Craftsy). Sedangkan untuk topstitching, jaraknya antara 3.5 dan 4.
  9. Mesin obras sebaiknya ada untuk merapikan pinggiran kain. Tapi kalaupun tidak tersedia, kita bisa menggunakan jenis jahitan zigzag di mesin jahit atau kalau ada jenis jahitan overcasting, bisa juga digunakan (tentunya dengan overcasting foot).
  10. Tahap pertama dalam proses penjahitan celana jeans biasanya adalah pemasangan kantong depan dan kantong belakang. Kantong belakang lebih gampang karena hanya patch pocket. Tapiii… kalau kita ingin menggunakan desain gambar tertentu, sebelumnya kita harus meluangkan waktu dalam membuat percobaan di kain yang sama (sisa kain). Jangan lupa memberikan kain pelapis (pislin) di bagian belakang pocket untuk menjaga kestabilan hasil.
  11. Kantong depan pada umumnya dijahit dengan cara yang standar. Tapi misalnya ada potongan yang kita tidak mengerti, ada baiknya cek ke beberapa celana jeans ready-to-wear (atau celana panjang lainnya) yang kita beli di toko.
  12. Zipper. Untuk celana jeans, zipper yang dipakai adalah yang bergigi metal dan biasanya khusus untuk menjahit celana jeans. Panjangnya sekitar 15-18 cm tapi kalau Anda hanya bisa menemukan yang lebih panjang,
  13. Kancing. Kalau celana jeans yang hendak kita buat menggunakan kancing untuk penutup (no zipper), carilah kancing yang memang diperuntukkan bagi jeans. Biasanya jenis kancing sama dengan kancing penutup paling atas, hanya saja ukurannya lebih kecil sedikit.
  14. Rivet. Benda yang imut-imut ini biasanya dipasang di pinggiran kantung depan dan kantung belakang. Fungsinya? Menjaga si kantung supaya tidak mudah suwek karena tangan kita bolak balik menaruh benda ke kantung, apalagi kalau benda tersebut termasuk besar dan agak berat misalnya handphone dan dompet. Terkadang kita pun bergaya dengan dua tangan masuk ke kantung, iya kan? Jadi bagian kantung harus diperkuat dengan rivet. Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk unsur dekoratif.
  15. Tahap yang paling membutuhkan konsentrasi adalah pembuatan fly frontJadi untuk project jeans pertama, kita bisa mengalokasikan waktu yang cukup banyak di bagian ini. Tips di sini hanya untuk hati-hati dalam menjahit zipper-nya karena ada bagian gigi metal kan. Jangan sampai kena jarum jahit kita. Trus juga hati-hati saat topstitching di bagian fly front karena kalau tidak rapi, kelihatan aja deh…
  16. Penjahitan yoke di bagian belakang jeans tidak terlalu sulit namun karena di bagian ini sudah ada topstitching, jadi pas penyambungan yoke kanan dan yoke kiri, garis topstitching tersebut sebaiknya bertemu. Ini cukup penting karena bagian tersebut cukup kelihatan (kecuali kalau kita pakai atasan yang menutupi bottom).
  17. Ingat, supaya rapi, pada setiap tahapan penjahitan untuk menyatukan bagian-bagian jeans, kita sebaiknya menyetrika dan press bagian-bagian tersebut. Press, press, press…
Pic of Closet Case Patterns

 

Trial jahitan: atas – double benang, bawah – benang topstiching
By | 2018-04-04T04:51:40+07:00 April 4th, 2018|Categories: Latest Articles, Metal Zipper, Zipper|

About the Author:

Open chat
1
Pesan Sekarang Resleting YKK
Hello
Ada yang Bisa Kami Bantu?
Powered by